nature vs nurture


gambar dari randomkick.com

Masalah nature-nurture memang banyak diperdebatkan apakah perkembangan paling dipengaruhi nature atau nurture. Nature mewakili warisan biologis individu, sedangkan nurture pada pengalaman lingkungannya. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh William Greenough (Psikolog perkembangan kontemporer) bahwa “Interaksi hereditas dan lingkungan sangatlah luas sehingga pertanyaan mana yang lebih penting, nature atau nurture, sama seperti bertanya mana yang lebih penting dari sebuah segi empat, panjang dan lebarnya.”

Namun, untuk mengatasi hal ini, saya ingin memaparkan sebuah teori yang sekiranya dapat membantu, yaitu Genetika Perilaku. Genetika perilaku adalah bidang yang mencoba menemukan pengaruh hereditas dan lingkungan pada perbedaan individual dalam sifat dan perkembangan manusia (Eaves dan Silberg, 2003; Maxson, 2003; Knafo, Iervolino, dan Plomin, 2005; Kuo et al, 2004). Untuk lebih jelasnya, berikut dipaparkan beberapa teori yang berhubungan dengan genetika perilaku.

 

  • Korelasi Hereditas-Lingkungan

Sandra Scarr (1993), seorang ahli genetika perilaku, menggambarkan tiga cara hereditas dan lingkungan berinteraksi, sebagai berikut :

 

Koreasi Hereditas-Lingkungan Deskripsi Contoh
 

 

Pasif

Anak mewarisi kecenderungan genetik dari orang tua mereka dan orang tua juga memberikan sebuah lingkungan yang cocok dengan kecenderungan genetik mereka sendiri. Orang tua yang memiliki bakat musik biasanya memiliki anak yang juga memiliki bakat musik dan mereka mungkin memberikan lingkungan yang kaya dengan musik bagi anak-anak mereka.
Evokatif Kecenderungan genetik anak memicu rangsangan dari lingkungan yang mendukung sifat tertentu. Oleh karena itu, gen memicu dukungan lingkungan Anak yang bahagia dan bersahabat memicu senyuman dan reaksi yang bersahaat dari orang lain.
 

Aktif

(niche-picking)

Anak secara aktif memilih niche (tempat) dalam lingkugan mereka yang merefleksikan minat dan bakat mereka sendiri dan karenanya sejalan dengan genotip mereka. Perpustakan, lapangan olahraga, dan took alat-alat musik merupakan contoh dari tempat-tempat dalam lingkungan yang mungkin dipilih anak jika mereka mempunyai minat pada buku, olahraga, dan musik.

 

  • Pengalaman Lingkungan Yang Terbagi dan Tidak Terbagi

Untuk memahami peran lingkungan dalam perbedaan antar manusia, kita harus membedakan antara lingkungan yang terbagi (shared environment) dan tidak terbagi (non-shared environment).

Pengalaman lingkungan yang terbagi (shared environment)  adalah pengalaman saudara kandung yang umum, serta kepribadian atau orientasi intelektual orang tua mereka, status sosial-ekonomi keluarga, dan lingkungan dimana mereka tinggal. Sebaliknya pengalaman lingkungan tidak terbagi (non-shared environment) merupakan pengalaman unik anak, baik di dalam maupun luar keluarga, yang tidak dibagi dengan saudara kandung. Bahkan pengalaman yang terjadi dalam keluarga dapat merupakan bagian dari “lingkungan yang tidak terbagi”. Contohnya, orang tua terkadang berinteraksi secara berbeda dengan setiap anaknya, dan sebaliknya.

Seorang ahli genetika perilaku Robert Plomin (1993) mengemukakan bahwa lingkungan yang terbagi menjelaskan sedikit variasi dalam kepribadian atau minat anak. Dengan kata lain, meskipun dua anak tinggal serumah dengan orang tua yang sama, kepribadian mereka sering sangat berbeda. Lebih jauh, Plomin menyatakan bahwa hereditas mempengaruhi lingkungan yang tidak terbagi melalui korelasi hereditas lingkungan seperti telah dikemukakan sebelumnya.

 

Daftar pustaka:

Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s