Kau Memanggilku Malaikat-Sebuah Novel Karya Arswendo Atmowiloto


Kau Memanggilku Malaikat, sebuah novel karya Arswendo Atmowiloto, seorang penulis bestseller Senopati Pamungkas, Canting menyajikan suatu cerita yang apik. Cerita tentang bagaimana “seorang” Malaikat pencabut nyawa menjalani hidupnya. Mendampingi makhluk-makhluk yang memiliki raga ketika sudah mendekati kematian untuk kemudian ia jemput karena sinyal-sinyal kematian membawanya pada nyawa siapa saja yang ditakdirkan pulang. Sebagai makhluk tanpa raga, ia tidak terikat ruang dan waktu, sehingga ia bisa mendampingi lebih dari satu makhluk beraga yang hendak menemui ajalnya. Bukan dengan melipat gandakan dirinya, tapi Malaikat seperti angin, ia bisa berada di mana saja. Sepanjang menjalani tugasnya, ia terbiasa dengan semua makhluk beraga yang hendak menemui kematian, ia hanya mendampingi, itu saja. Tidak ada perasaan iba, sedih, senang, rindu, atau apapun yang dirasakan terutama oleh manusia. Setelah menjemput ajal makhluk beraga, ia menjelaskan bagaimana hidup setelah mati, itu saja. Semua makhluk beraga bisa melakukan apa saja setelah tidak memiliki raga lagi. Ialah daya hidup. Daya hidup adalah nyawa dengan atau tanpa raga dengan semua keinginannya dalam hidup. Hal ini yang kemudian menjadi titik perubahan yang kemudian dirasakan oleh Malaikat. Dirasakan? Ya, di ahir cerita digambarkan bagaimana Malaikat merasakan rindu, rindu pada seorang manusia yang pernah ia jemput yang membawanya pada perubahan. Bagaimana Malaikat mendapatkan perubahan itu? Just found on this book🙂

2013-06-01_01_08_38

foto: dokumen pribadi

Salah satu kalimat yang bagi saya sangat berkesan di ahir cerita adalah seperti ini :

Mereka tak pernah sama…Itulah sayap mereka yang masih akan terus membuat terbang, melayang, membayangkan apa saja. Kadang duka, kadang dengan air mata. Air mata, itulah sebenarnya sayap yang paling penuh makna. Aku berharap memilikinya.

(Malaikat, November 2007)

Ya, membaca buku ini memang melahirkan beragam persepsi, termasuk sosok Malaikat sebenarnya seperti apa dalam cerita. Namun, satu pelajaran yang dapat saya ambil dari cerita dalam novel ini.

Manusia sempurna dengan ketidaksempurnaannya, karena kita mengenal pemikiran, perasaan, pembelajaran dan perubahan.

(Chandra, Juni 2013)

Selamat membaca🙂

5 thoughts on “Kau Memanggilku Malaikat-Sebuah Novel Karya Arswendo Atmowiloto

  1. Pingback: Resensi, Review,Ulasan? | CHANDRA CA

  2. slmat malam,, maaf saya mau nanya klaw mau pesen novel ini gimna yah caranya?? soalnya udah nyari ke toko buku gak ada trus,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s