Romantisme Kabut Pagi di Puncak Tangkuban Perahu


Perjalanan kali ini dilakukan dengan salah satu sahabat saya, Lele. Perjalanan dilakukan dengan cukup santai. Kami mengendarai sepeda motor, untuk sampai ke sana dibutuhkan waktu kurang lebih satu sampai dua jam dari kediaman kami. Kebetulan jalanan sangat sepi di dini hari. Perjalanan cukup mulus sampai kabut tebal menyelimuti sepanjang perjalanan menuju Tangkuban Perahu. Selain mengganggu pemandangan, rasa dingin juga cukup mencucuk telapak kaki, ces.

Sesampainya di pintu gerbang, kami tidak bisa memasuki kawasan wisata gunung aktif yang kemarin-kemarin sempat berstatus siaga ini. Portal ditutup karena kawasan wisata gunung baru dibuka jam 7 pagi. Kami memutuskan untuk jalan-jalan keliling perkebunan teh menunggu pintu kawasan wisata dibuka. Kesejukan pemandangan sekitar perkebunan sedikit mengobati rasa kecewa kami.

IMG_4770 edit

IMG_4755edit

IMG_4761edit copy

Cukup puas menata hati dengan perkebunan teh, kami kembali untuk memasuki Tangkuban Perahu, dengan tiket Rp 13.000,- (cukup mahal menurut saya) kami memasuki kawasan wisata. Pengunjung masih sepi. Kami cukup puas dengan pemandangan di pagi hari sekitar gunung, kabut yang masih agak tebal menyelimuti kawasan sekitar pegunungan membuat pemandangan terasa romantis.

IMG_4788edit copy

IMG_4834edit copySiang hari, selain kawah gunung, geliat para pedagang juga mulai memenuhi kawasan wisata.

IMG_4852edit copy

IMG_4972edit

IMG_4879editSelain gagal dalam berburu sunrise, ditutupnya beberapa kawah seperti kawah Upas juga sedikit membuat kami cukup kecewa. Gua sekitar air keramat ahirnya menjadi pilihan kami. Dengan sedikit trekking, kurang lebih 3 km kami sampai di mulut gua yang panjang labirinnya mampu meminimalisir kemungkinan pengunjung melakukan tindakan asusila. Gua ini memiliki labirin hanya 25 meter, saja.  Daripada mubazir, ahirnya dengan uang Rp 1000,- kami menyewa cempor untuk memasuki gua.

IMG_0162edit

Gua, lo end!

Keluar dari gua, kami menemukan seonggok batu yang kami duga itu adalah semacam tungku. Tanpa ada keterangan apa-apa, tungku ini berdiri begitu saja, selain tidak terawat, tindak vandalisme juga terlihat mencemari tungku ini. Sayang sekali.

IMG_4958 editHal-hal umum kaya gini emang sedikit disesalin dari beberapa tempat wisata di Indonesia. Tapi ga adil juga kalau saya hanya berkomentar tanpa kontribusi sedikit pun untuk mengatasi ini😛

Dengan mencerap setiap bagian dari perjalanan, kita akan memaknai perjalanan yang bahkan biasa-biasa saja untuk sebagian orang. Next trip, mudah-mudahan saya bisa berburu sunrise di gunung yang terletak di berbatasan Bandung-Subang ini.

13 thoughts on “Romantisme Kabut Pagi di Puncak Tangkuban Perahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s