Memahami Esensi Pengamatan dari Alam


Jumat lalu saya mendapatkan subject yang menarik dari perkuliahan. Hal ini saya dapat dari belajar Fenomenologi, yap! kita akan belajar melihat suatu “fenomena” secara mengakar sehingga kita tidak bicara soal normatif disini. Salah satunya, kami diantarkan untuk memahami esensi apa itu PENGAMATAN melalui suatu perjalanan singkat menelusuri hutan buatan di kampus kami, dimulai dengan mengamati area terdekat sekitar hutan. Hal yang sama sekali tidak terpikirkan oleh saya, bahwa penting untuk menguasai teknik pernafasan! Di sini, di partere kampus, kami belajar mengolah pernafasan terlebih dahulu, merasakan setiap nafas yang Tuhan anugerahkan untuk kita. Kami belajar untuk benar-benar merasakan nafas sampai kami menyadari bahwa kami berada dalam lintang cakrawala antara langit dan bumi. Dan, saya mulai menyadari bahwa dalam Psikologi sendiri, teknik pernafasan sangat berperan dalam pengelolaan emosi yang notabene berkaitan dengan optimalisasi kinerja memori.

isola upi copy

mengamati daerah sekitar hutan buatan UPI, depan gedung Isola
gambar pinjem dari Riski

Secara otomatis, gesture kita berubah menjadi terlihat lebih percaya diri ketika kita mampu mengelola emosi kita dengan baik. That’s why ada yang namanya body language. Ternyata emosi menjadi salah satu indikator dalam perubahan bahasa tubuh ini. Balik ke topik yang tadi, setelah mengamati daerah terdekat dengan teknik pernafasan yang cukup terlatih sebelumnya, saya merasakan indera saya lebih jernih dan tajam dalam mengamati, merasakan, dan mendengarkan.

Memasuki daerah hutan kampus, kami diberi arahan agar kami menstimulasi diri kami sendiri dengan ingatan lama yang melekat dalam diri kami. Saya sendiri, menstimulasi diri saya dengan ingatan yang membahagiakan, saya menghadirkan sosok orang yang saya sayang #mudahmudahantidaksalahfokus hihi😛 Saya menghadirkan sosok orang tersebut lengkap dengan ruangan di mana kami pernah berada bersama-sama. Bersamaan dengan melekatnya ingatan tersebut, saya berjalan, memejamkan mata, tersenyum, merasakan benar-benar hadir di ruangan itu dan duar! saya lupa kalau saya sedang berada di hutan ketika membuka mata. Oh ya, di sini kami “puasa ngomong”, yang bicara hanya yang kami lihat, dengar, dan rasakan.

Saya mencoba sekali lagi. Mengamati sekeliling hutan, memejamkan mata, merasakan hutan, mendengarkan suara burung, belalang, pesawat, bahkan suara gesekan daun menjadi begitu harmonis dan jelas di telinga saya. Bersama kebahagiaan yang saya rasakan ketika ingatan itu masih bersama saya, saya dapat mengingat secara detail semua yang telah saya lihat mulai dari awal belajar teknis pernafasan sampai saya berada di hutan lengkap dengan arahnya. Ini mirip dengan method of loci, tapi lebih dalem. Pada intinya, yang namanya memori tidak akan pernah hilang, “mereka” selalu berada di sekitar kita, hanya bergantung pada cara bagaimana kita beradaptasi dengan “mereka”.

Andaikata ikan bisa diundang melihat samudera seperti laut dilihat burung, hewan yang hidup dalam air itu akan merasa heran sekali karena ikan melihat segala hal kecuali air. Kita diundang Merleau-Ponty melihat gejala pengamatan dari luar seperti ikan yang diundang melihat samudera dari atas. (Brouwer, 1988 hal. 136-137)

Kira-kira seperti itu gambaran konsep PENGAMATAN jika kita mau mengoptimalkannya. Sebetulnya banyak sekali yang ingin saya share. Next post🙂

Semoga bermanfaat.

(Bandung, 2013)

11 thoughts on “Memahami Esensi Pengamatan dari Alam

  1. pantesan tmn kos saya yg lulusan psikologi, sering pergi sendirian ke suatu tempat berjam-jam, cuma buat liat-liat doang. mungkin dia sdg menikmati ber-fenomenologi ria😀

  2. Pingback: Lalampah ka Baduy-Banten | chandra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s