Jatisura : Ngangon Sapi A la Kadarnya


Bahasa jadi kendala yang sangat kentara saya rasakan ketika awal-awal tinggal di Indramayu. Dalam rangka mempelajari bahasa penduduk setempat, saya sok-sok an ngobrol dengan warga yang sedang ngangon sapi dekat bantaran sungai di depan rumah kontrakan saya dan teman-teman KKN lainnya. Sambil cuci mata lihat paha sapi-sapi yang minta disemur sehat bugar, saya agak kalap mengabadikan foto hewan ternak nan bohay ini. Bandung jarang sekali bok lihat ginian😛

DSC09457 copy

Paha atasnya minta disemur banget, Photo by : Chandra, Kamera: Sony Cyber-shot DSC-W730

DSC09418 copy

Haloow!, Photo by : Chandra, Kamera: Sony Cyber-shot DSC-W730

DSC09414 copy

agak miris dengan sampah yang bisa kemakan sapi, Photo by : Chandra, Kamera: Sony Cyber-shot DSC-W730

DSC09428 copy

bohay nan elegan! Photo by : Chandra, Kamera: Sony Cyber-shot DSC-W730

Adalah Bu Tasmi dan Pak Sarkim, pasutri yang mengantarkan saya pada kebingungan lainnya. Selama “ngobrol-ngobrol” dengan beliau, seringkali saya kebingungan dengan semua yang diutarakan mereka. Bahkan, Bu Tasmi sempat cengengesan ketika beliau mengutarakan pertanyaan sementara saya terus mengangguk-ngangguk seolah-olah saya paham, mana pertanyaan…mana pernyataan…saya bingung. Tapi keramahan mereka menutupi kebingungan saya.

Walaupun tahu saya tidak paham bahasa Indramayu, Bu Tasmi terus saja bercerita, buk kayannya girang banget lihat anak orang susah😛

DSC09430 copy

Pak Tarkim, minta pake cetok pas diminta foto, Photo by : Chandra, Kamera: Sony Cyber-shot DSC-W730

DSC09436 copy

Koboy Jatisura! Photo by : Chandra, Kamera: Sony Cyber-shot DSC-W730

DSC09437 copy

Saya dan Bu Tasmi, bingung mak! Kamera: Sony Cyber-shot DSC-W730

Itulah sedikit cerita tentang Jatisura dan ramahnya indramayu, jeh!

*Kosakata baru (bahasa Indramayu)

Pada : ga

Beli : belum

Tuku : beli

Laka : ga ada

Sing ngendi : darimana

Arep ngendi : mau kemana

Meneng : diem

Losmed dewek : ambil sendiri (ini kosakata yang saya dapet di tukang bensin eceran, kitorang diam saja kakak! haha)

Sing kana, mana, mene, mono : ini saya masih bingung ngebedainnya😛

(Indramayu, Bulan Ramadhan)

Chandra.

13 thoughts on “Jatisura : Ngangon Sapi A la Kadarnya

  1. Bahasa selalu jadi bahan cerita menarik mahasiswa KKN. Dulu sewaktu KKN aku juga mengalami hal yang sama. Bingung dengan kosa kata-kosa kata baru 🙂
    Anyway, kalau boleh bantu sedikit mengenai yang dibingungkan dan juga mudah-mudahan aku gak salah ya, pengertian kata-kata itu adalah : sing kana = dari sana, mana = kesana, mene = kesini, mono = kesitu

  2. jadi ingat masa kecil..saya dulu sambil sekolah sambil disuruh ngangon ternak keluarga..
    bahasa Indramayu adalah percampuran bahasa jawa dan sunda pesisir, jadinya memang unik dan menarik…🙂

  3. Wah, lagi ber-KKN disana ya?
    Memang bahasa Indramayu, berbeda ya dgn bahasa sunda, walau masih sama berada di jawa barat.
    Tapi baiklah, seusai ber-KKN nanti bertambah juga pengetahuan berbahasanya…

    Salam,

  4. wah asik tuh, yap saya agak kesulitan meskipun ngerti bahasa jawa dan bahasa sunda, tapi bahasa di indramayu rasa-rasanya endemik di telinga saya mah gyehehe, thanks udah mampir ya, salam kenal dari bandung,
    chandra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s