Refleksi tiga tahun ini


Ternyata hampir genap tiga tahun saya mengenyam berbagai pekerjaan di luar aktivitas perkuliahan. Mulai dari melamar di resto-resto sebagai waitress, menjadi “korban” MLM, staff pengajar bimbel, guru privat, administrator dan tester di biro psikologi, tour guide, hampir “sukses” membangun EO, dan  sampai sekarang menjadi fasilitator di event organizer terkait kegiatan di alam terbuka (outdoor activity). Tidak terasa, hamdallah.

sedikit mengenang perjalanan…

Processed with VSCOcam with m5 preset

ngantor ga perlu di kantor

1450172_4880141901672_362410467_n copy

first time belajar jadi tour guide

DSC03498

berkegiatan untuk anak-anak selalu jadi proses belajar yang paling memuaskan

547791_4880153021950_1955509841_n copy

kerjaan kadang gabut, maafkan

Tiga tahun

Membuat saya bisa tersenyum saat ini, di depan sebuah laptop, gadget, dan perlengkapan outdoor activity yang sudah lama saya inginkan, hamdallah.

Tiga tahun

Membuat saya banyak merenungkan kekonyolan-kekonyolan yang pernah saya perbuat dulu. Dimana “kelabilan” remaja ahir pernah mencapai puncaknya pada solo-travelling pertama yang dengan impulsifnya dilakukan dengan dalih “galau kuliah dan patah hati” hahahaha, yassalam can..can…tobat nak.

Sebagai seorang anak rumahan, pada saat itu hal tersebut menjadi begitu keren bagi saya.

Namun sedikit pun saya tidak pernah menyesali semuanya. Begitu banyak hal bernilai di luar salary saya dapatkan dari pengalaman-pengalaman tersebut. Saya patut berbangga karena memliki seorang ibu, kakak dan tentu almarhum ayah yang telah dan masih menjadi pendidik terbaik yang pernah saya temui. Menempa seorang gadis kecil yang begitu pemalu, cengeng, dan manja yang kini tumbuh menjadi perempuan yang insya allah mampu berkomitmen untuk memperjuangkan apa yang dicita-citakannya. Serius amat yah.

Kini, saya sedang benar-benar menikmati proses menyelesaikan studi S1 yang insya allah akan menjadi gerbang awal bagi saya untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai seorang calon ibu yang dituntut untuk menjadi pendidik bagi anak-anak saya kelak, saya ingin mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Halah kenapa tambah serius ini😛

Ya, pada intinya saya sedang mencoba back to azimuth, merefleksikan semua yang pernah saya lakukan menjadi suatu pembelajaran yang sayang sekali jika dibiarkan menguap begitu saja. Demikian #edisicurhat kali ini, terima kasih untuk kebaikannya teman-teman, yang terbaik untuk semuanya🙂

(Bandung, penghujung hujan)

Chandra.

21 thoughts on “Refleksi tiga tahun ini

  1. Semangat yaa.. Masa2 kuliah sangat sayang kalau diisi dengan belajar di kelas aja. Semoga pengalamannya bermanfaat dan siap menuju langkah selanjutnya.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s