Matur suwun, Cangkringan!


Singkat cerita, terhitung tanggal 21 Juni-5 Juli lalu saya tinggal di DIY Yogyakarta dalam rangka cari jodoh! ga deng bercanda😛

Tepatnya di kecamatan Cangkringan, Kab. Sleman (Sleman Sembada!) saya tinggal di salah satu hunian tetap atau huntap warga yang menjadi penyintas (survivor) erupsi merapi 2010, buat melakukan pengambilan data penelitian (ceritanya!)

FYI, huntap merupakan bangunan di area relokasi bagi warga yang menjadi penyintas erupsi dikarenakan tempat tinggalnya habis terdampak erupsi. Di huntap juga lah, para penyintas mengalami transisi dan membangun kehidupan baru, seperti tempat tinggal, status sosial, bahkan pekerjaan baru. Kabar baiknya, beberapa huntap khususnya di Kecamatan Cangkringan pernah mendapatkan penghargaan dari MURI karena pembangunannya apik dan berjalan sesuai rencana, terhitung cepat!

BPRO0042

Huntap Dongkelsari (tempat saya tinggal), area relokasi dusun Srodokan dan (sebagian) Gungan

BPRO0101

Penghargaan dari MURI kepada huntap Gondang 2, area relokasi dusun Ngepringan

Selama melakukan penelitian disana, selain dari beberapa hambatan yang dialami di luar prakiraan, pengalaman-pengalaman menyenangkan juga saya dapatkan. Karena saya melakukan penelitian sendirian, saya harus mencari teman-teman baru disana, dan proses pembentukan jejaring ini menurut saya menjadi bagian yang paling seru, sebagaimana wejangan dari beberapa rekan di Cangkringan bahwa “… di luar tujuan utama kamu buat menuhin tugas penelitian, sedulur sama teman-teman disini gak kalah penting, penting banget malah!”

IMG_20160712_084012

Bersama rekan dari Gema Merapi dan rekan-rekan mahasiswa dan dosen dari Universitas Atmajaya di Huntap Pagerjurang, Kepuharjo

oresro1

Bersama teman-teman dari Oresro (organisasi remaja srodokan), Pasag Merapi, dan Forum Merapi-Merbabu Hijau

oresro2

Penanaman dan perawatan pohon ganyam di area konservasi Jurang Jero-Magelang, saya pencitraan dikit boleh dong ya

BPRO0085

Teman baru juga, namanya cici, nyoba selfie sambil nunggu ibunya cici merumput di lereng merapi

Persaudaraan dan kebiasaan gotong royong rekan-rekan dari kawasan sekitar Merapi ini sempet bikin saya pakewoh atau gak enakan ketika saya harus merepotkan mereka untuk terlibat dalam penelitian saya, makasih banyak teman-teman sudah menemani anak yang hilang ini!

Persepsi mereka dalam menilai dukungan sosial ini lah yang menjadi salah satu isu yang ingin saya teliti, bagaimana mereka survive, membangun kehidupan baru, memaknai semua proses yang dialami paska erupsi, yang meskipun sudah terjadi lebih dari 5 tahun yang lalu masih tetap melekat dalam setiap aspek kehidupan mereka, termasuk falsafah hidup yang sering mereka ceritakan kepada saya, respect!

Btw, serius amat yah😛

Intinya, terima kasih teman-teman, terima kasih merapi, salam lestari dari mbak Chandra.

(Bandung, 12 Juli 2016)

 

7 thoughts on “Matur suwun, Cangkringan!

  1. Wah…seru nih kayaknya kegiatannya. Menjadi surveyor dan tinggal di lokasi… aku jaman duluuuu bangrt pernah Mbak ikut sbg surveyor untuk project Bsli Sustainable Development dan tinggal sebulan gitu di lokasi… seneng deh.

  2. Ahahah, saya sudah gak di jogja pas itu, sudah pindah semarang…

    Bentar lagi jalur merapi via cangkringan dibuka kembali untuk umum kak,,😀
    ke jogja lagi…hahahahw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s